Rabu, 30 September 2009

Pengenalan Bahasa Pemrograman Visual Basic

by Faizah, S.Kom Page 1 of 63
Pertemuan 1
Pengenalan Bahasa Pemrograman
Visual Basic
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan konsep bahasa pemrograman
2. Mengenalkan konsep bahasa pemrograman Visual Basic
3. Menjelaskan fungsi-fungsi komponen dalam Visual Basic
4. menjelaskan proses perancangan program pada Visual Basic.
Target Praktikum :
1. Praktikan memahami konsep bahasa pemrograman
2. praktikan dapat merancang program sederhana dengan Visual Basic.
Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman adalah instruksi-instruksi yang dengan aturan tata bahasa tertentu yang
dicompile kemudian dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sampai sekarang
terdapat puluhah bahasa pemrograman. Ada bahasa rakitan (assembly), Fortran, Cobol, Ada, PL/I,
Algol, Pascal, Basic, Prolog, LISP, PRG, kemudian ada juga bahasa simulasi seperti CSMP, Simscript,
GPSS, Dinamo, dan masih banyak lagi. Berdasarkan terapanya, bahasa pemrograman dapat
digolongkan atas dua kelompok besar :
1. Bahasa pemrograman bertujuan khusus
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi),
Fortran( untuk komputasi ilmiah), bahasa rakitan (untuk pemrograman mesin), prolog(terapan
kecerdasan buatan), bahasa-bahasa simulasi, dan sebagainya.
2. Bahasa pemrograman bertujuan umum
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bahasa Pascal, Basic, dan C. Tentu saja pembagian
ini tidak kaku. Bahasa-bahasa bertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk
aplikasi lain. Cobol misalnya, dapat juga digunakan untuk terapan ilmiah, hanya saja
kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasa-bahasa pemrograman yang berbeda
dikembangkan untuk bermacam-macam terapan yang berbeda pula.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 2 of 63
Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke mesin atau ke bahasa
manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkanatas dua macam :
1. Bahasa tingkat rendah
Bahasa jenis ini dirancang agar setiap instruksinya langsung dikerjakan komputer tanpa harus
melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin
2. Bahasa tingkat tinggi
Bahasa tingkat tinggi membuat pemrograman lebih mudah dipahami, lebih “manusiawi”, dan
berorientasi ke bahasa manusia (bahas inggris). Yang termasuk dalam bahaa ini adalah
Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C dan sebagainya.
Bahasa pemrograman Visual Basic
Bahasa Visual Basic adalah salah satu diatara sekian banyak bahasa pemrograman yang
cukup banyak digunakan oleh para programmer. Visual Basic adalah bahasa pemrograman visual
dengan dasar pemrograman bahasa Basic. Bahasa BASIC (Beginner’s All-purpose Sybolic Instruction
Code) dikembangkan pertama kali pada awal 1950-an. Sementara bahasa Visual Basic, yang
merupakan pengembangan bahasa basic, dikembangkan pertama kali oleh Microsoft pada tahun 1991.
Visual Basic ini merupakan salah satu Development Tool yaitu alat bantu yang dapat digunakan
untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang berbasis Windows.
Pembuatan program dalam bahasa Visual Basic berbeda dengan pembuatan program-program
DOS umumnya atau yang sering disebut sebagai pemrograman konvensional. Namun jika dilihat dari
visualnya, visual Basic sedikit mirip dengan delphi. Hanya saja bahasa Visual Basic merupakan salah
satu bahasa pemrograman komputer yang mendukung object (Object Oriented Programming = OOP),
sementara bahasa delphi memiliki basic bahasa pascal yan terstruktur.
Pembuatan aplikasi dengan menggunakan bahasa Visual Basic dimulai dengan memperkirakan
kebutuhan, kemudian merancang tampilan program yang diikuti dengan pembuatan kode program
tersebut.
Mengenal Integrated Development Environment (IDE) VB 6
Untuk memulai Visual Basic , klik tombol Start > Start > Programs > Microsoft Visual Studio 6.0 >
Microsoft Visual Studio 6.0
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 3 of 63
Setelah diaktifkan, akan muncul tampilan seperti ditunjukkan gambar 1.1 .
Gambar 1.1 Tampilan New project
Pilih Standar EXE , klik 2 kali atau tekan tombol Open.
Maka akan ditampilkan jendela IDE arau are kerja MS VB 6.0 seperti gambar 1.2 :
Gambar 1.2 Tampilan jendela Microsoft Visual Basid 6.0
Keterangan :
1. Menubar
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 4 of 63
Pada bagian ini terdapat menu-menu dasar yang akan digunakan selama perancangan
program. Ada Menu File (untuk membuka program, menyimpan program, dll), meni View (untuk
menampilkan tool-tool yang belum ada), Menu Run (untuk kompilasi), dsb.
2. Toolbar
Pada bagian ini ditampilkan icon-icon dari menu utama yang ada pada menubar.
3. Toolbox
Digunakan untuk pemilihan kontrol-kontrol yang akan digunakan oleh program yang akan
dirancang. Setiap kontrol diwakili oleh sebuah icon toolbox.
4. Jendela Form
Form adalah area tampilan yang berhubungan dengan sebuah jendela yang dapat dilihat ketika
aplikasi berjalan. Pada form ini dapat diletakkan kontrol dan kode untuk pembuatan program.
Form akan banyak digunakan saat perancagan.
5. Jendela Code
Jendela Code digunakan untuk menuliskan source code dari program yang kita buat.
6. Project Explorer
Project Explorer akan menampilkan form-form dan modul yang ada di dalam program yang kita
buat. Dengan project explorer kita dapat berpindah-pindah dari satu form ke form yang lai.
7. Jendela Properties
Digunakan untuk mengatur sifat(properti) dari form atau kontrol-kontrol. Isi dari wiondow
properties ini dapat berubah-rubah sesuai dengan form atau kontrol yang dipilih.
Komponen MS-Visual Basic 6.0
Agar bisa menguasai bahasa pemrograman Visual Basic, kita juga harus mempelajari dasardasarnya
dengan lebih baik dan kuat. Beberapa komponen utama dalam bahasa visual yang harus kita
ketahui diantaranya :
Project
Project adalah sekumpulan modul. Jadi project (proyek) adalah program aplikasi itu sendiri. Di
dalamnya terdapat form beserta code nya. Project ini disimpan dalam file berakhiran .vbp. File ini akan
menyimpan seluruh komponen program, termasuk pilihan proyek, pilihan environment, pilihan file EXE
dan segala sesuatu yang berhubungan dengan proyek.
Pada jendela proyek terdapat tiga icon, yaitu icon View Code, icon View Object dan icon Toggle
Folder. Icon View Code dipakai untuk menampilkan jendela editor kode program. Icon View Object
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 5 of 63
dipakai untuk menampilkan bentuk formulir (form) dan icon Toggle Folders berguna untuk
menampilkan folder (tempat penyimpanan folder).
Gambar 1.3 jendela project
Form
Form adalah object yang dipakai sebagai tempat bekerja program aplikasi. Jadi bisa dikatakan
di form inilah kita melakukan aktifitas perancangan program. Biasanya pada saat mendesain Form,
terdapat garis titik-titik yang disebut grid. Grid sangat berguna untuk membantu pengaturan tata letak
objek yang dimasukkan dalam form, karena gerakan penunjuk mouse akan sesuai (tepat) pada titik-titik
grid.
Gambar 1.4 Form
Toolbox
Toolbox adalah kotak alat yang berisi icon-icon untuk memasukkan objek tertentu ke dalam
jendela Form. Kita dapat memodifikasi toolbox, misalnya menambah komponen icon dengan mengklik
kanan pada toolbox, lalu memilih Components atau Add Tab.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 6 of 63
Icon-icon pada toolbox ini seringkali disebut sebagai control. Setiap kontrol memeiliki properti
seperti warna, tulisan yang diletakkan pada control dan propeerti lainnya. Control-control diletakkan
pada toolbox untuk dipilih dan digambarkan pada form. Beberapa control yang ada pada toolbox
ditunjukkan oleh gambar 1.5 .
Gambar 1.5 Toolbox
Keterangan :
Nama Control Penjelasan
Label Untuk menampilkan tulisan pada form. Pemakai tidak dapat
mengubah tulisan tersebut secara langsung
TextBox Digunakan sebagai tempat input/juga dapat digunakan untuk
menampilkan teks, dan pemakai dapat mengubah-ubah tulisan yang
terdapat pada control ini.
ListBox Menampilkan beberapa item, dan dari control ini item-item tersebut
dapat dipilih. Scrollbar dapat digunakan untuk enggulung pilihan
yangtidak dapat ditampilkan seluruhnya.
ComboBox Merupakan kombinasi antara TextBox dan ListBox. Sehingga
pemilihan item dapat dilakukan dari ListBox, atau dengan mengetik
langsung pada TextBox.
CommandButton Menjalankan suatu tindakan jika pemakai telah melakukan pilihan
dengan menekan control ini.
Frame Mengelompokkan control-control secara visual (tergambar) atau
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 7 of 63
secara fungsional(tindakan).
CheckBox Menampilkan keadaan True/False atau pilihan Yes/No. beberapa
control ini dapat memiliki keadaan yang sama pada suatu saat.
OptionButton Control ini sama dengan control CheckBox. Perbedaannya hanya
satu control dari beberapa control ini dapat di-on-kan. Jika control
dengan tipe yang sama lainnya di-on-kan, maka control tipe ini yang
sebelumnya on akan di-off-kan.
PictureBox Digunakan untuk menampilkan gambar
Properties
Propoerti digunakan untuk menentukan setting suatu objek. Suatu objek biasanya mempunyai
beberapa properti yang dapat diatur langsung dari jendela Properties atau lewat kode program. Setting
properti akan menentukan cara kerja dari objek yang bersangkutan saat program aplikasi dijalankan,
misalnya menentukan warna objek, bingkai obejk, pengambilan data dan lain-lain.
Gambar 1.6 Jendela properties
Kode program
Kode program adalah serangkaian tulisan perintah yang akan dilaksanakan jika suatu Objek dijalankan.
Kode program ini akan mengontrol dan menentukan jalannya suatu objek.
Event
Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, misalnya klik, seret, tunjuk, dan
lain-lain. Event yang diterima objek akan memicu MS VB menjalankan kode program yang ada di
dalamnya.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 8 of 63
Contoh:
Private Sub Command1_Click()
Baris diatas menunjukkan penggunaan event Click pada object Command1, yang berarti jika kita
mengklik objek Command1, maka barus-baris kode program dibawahnya akan dilaksanakan. Tampilan
Jendela code dengan event ditunjukkan oleh Gambar 1.7
Gambar 1.7 Jendela Kode
Penjelasan Masing-masing Event
Berikt beberapa event yang paling sering digunakan :
 Event untuk mouse
Click
Event ini akan terjadi apabila seorang pemakai program menekan tombol kiri mouse lalu
melepaskannya dengan cepat saat pointer mouse ada diatas objek yang mempunyai event
tersebut
MouseDown
Event ini akan terjadi jika pemakai menekan dan menahan tombol mouse
MouseUp
Event ini terjadi bila pemakai melepaskan tombol mouse
MouseMove
Event ini terjadi bila pemakai menggeser mouse.
DragDrop
Event ini terjadi pada objek apabila program menekan dan menahan tombol kiri mouse lalu
menyeret objek dari satu tempat ke tempat lain, baru kemudian melepaskan tombol kiri mouse
DragOver
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 9 of 63
Event ini akan terjadi pada objek apabila pemakai menekan dan menahan tombol kiri mouse
lalu menyeret objek melewati objek tersebut.
 Event untuk keyboard
KeyPress
Event ini akan terjadi pada objek saat pemakai menekan sebuah tombol keyboard lalu
melepaskannya.
KeyDown
Event ini akan terjadi pada objek saat pemakai menekan dan menahan sebuah tombo,
keyboard
KeyUp
Event ini akan terjadi pada objek saat pemakai melepaskan sebuah tombol keyboard
Metoda(method)
Metoda adalah suatu set perintah seperti halnya fungsi dan prosedur, tetapi sudah tersedia di dalam
suatu objek. Seperti halnya properti (yang juga terdapat pada suatu objek), suatu metoda dapat
dipanggil dengan menyebut nama objek diikuti tanda titik dan nam metodanya. Metoda biasanya akan
mengerjakan suatu tugas khusus pada suatu objek tertentu, sedangkan properti biasanya memberi
definisi nilai atau setting pada objek
Contoh :
Buatlah proyek baru dengan memilih File lalu New dilanjutkan dengan memilih icon VB Enterprise
Control. Setelah itu lakuakan langkah-langkah berikut :
1. Klik ganda tulisan Forms pada jendela proyek, kemudian klik ganda tulisan form1, sehingga
muncul tampilan Form1 di layar.
2. Klik icon view Code
3. Pada bagian code, klik tulisan general/form dan pilih Form. Otomatis akan muncul procedure
Private Sub Form_load().
4. Pilih Active pada jendela procedure.
5. Ketik tulisan form1.print “Coba Metoda..”
6. Klik jendela procedure dan pilih Click
7. Ketik tulisan Form1.Circle(1000,1500), 500 yang berarti kita menggunakan metoda Circle pada
Objek Form1 untuk membuat lingkaran.
8. Simpan form dan proyek dengan nama Latihan
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 10 of 63
9. Jalankan proyek dengan menekan Run, sehingga akan muncul hasilnya seperti ditunjukkan
Gambar 1.8
Gambar 1.8 Contoh Metoda
Ilustrasi yang menunjukkan hubungan antara Objek, Event, Property dan metode ditunjukkan
oleh Gambar 1.9.
Object
Sepeda Motor
Method :
-Maju
-Mundur
-Berhenti
Event :
-Gas ditarik
-Didorong
-Ditabrak
Properties :
-Merek : Yamaha
-Tipe : Sport
-Warna : Biru
Object
Form
Method :
-Hide
-Move
-Show
Event :
-Click
-Load
-Activated
Properties :
-Backcolor
-Border Style
-Caption
Gambar 1.9 Ilustrasi Object, method, property dan Event
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 11 of 63
Dari ilustrasi bisa dilihat bahwa bahasa pemrograman Visual Basic adalah bahasa yang
berorientasi Object (OOP)
Module
Module dapat disejajarkan dengan form, tetapi tidak mengandung objek dan bentuk standar. Module
dapat berisi beberapa kode program atau prosedur yang dapat digunakan dalam program aplikasi.
Untuk membuat modul sendiri, kita dapat memasukkan ke dalam program aplikasi dengan menu
Project lalu Add Module.
Penyimpanan dan Kompilasi program
Sebuah proyek pada Visual Basic terdiri atas beberapa file. Jika progra semakin kompleks,
maka program akan terdiri atas beberapa form. Form-form itu diletakkan pada file terpisah. Itulah yang
kemudain menyebabkan saat program disimpan, proses penyimpanan akan membuat 2 file, yaitu file
untuk menyimpan proyek dan sebuah file untuk menyimpan form. File proyek diberi nama *.vbp,
sedangkan file form diberi extention *.frm.
Penyimpanan proyek dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Jalankan perintah File | Save project, maka akan ditampilkan kotak dialog seperti ditunjukkan
gambar 1.10.
2. Kita akan diminta untuk memasukkan nama file untuk form ini. Ingat …Nama file tidak ada
kaitannya dengan nama form.
3. Setelah penyimpanan nama form, maka selanutnya kita akan diminta untuk memasukkan nama
proyek, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.11. Masukkan nama proyek dan tekan tombol Save.
Gambar 1.10 Jendela penyimpanan Form
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 12 of 63
Gambar 1.11 Jendela Penyimpanan Proyek
Untuk menjalankan program aplikasi, dapat dilakukan dengan memeulih menu Run lalu Start
atau tekan tombol F5.
Selain digunakan untuk merancang program, Visual Basic juga merupakan sebuah compiler.
Dengan compiler program dapat dijadikan suatu file yang dapat berdiri sendiri tanpa harus memerlukan
bantuan program Visual Basic untuk menjalankannya. Langkah-langkah untuk mengkompilasi program :
1. Jalankan perintah File | Make [nama project}.exe, lalu akan tampil kotak dialog pilihan seperti
ditunjukkan Gambar 1.10
Gambar 1.10 Jendela Pembuatan Kompilasi program.
2. Dari kotak dialog itu, tentukan lokasi folder dan tuliskan nama file yang akan digunakan untuk
pemanggilan program, lalu tekan tombol OK.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 13 of 63
Latihan 1 (Teori)
1. Terangkan beberapa hal yang membedakan bahasa pemrograman Visual dengan
pemrograman lainnya.
2. Apa perbedaan pokok dari Method, event dan Objek?
3. Apa perbedaan file form dan file project pada visual Basic?
4. Terangkan proses penyimpanan dan kopilasi program pada Visual Basic
Latihan 2 (Praktek)
1. Buatlah sebuah Program sederhana yang menampilkan gambar 1.11 dan gambar 1.12
berikut:
Gambar 1.11
Gambar 1.12
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 14 of 63
Pertemuan 2 & 3
Tipe Data, Variabel , Konstanta ,
Fungsi dan Operator
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan Tipe Data
2. Mengenalkan Variabel dan Konstanta
3. Mengenalkan Operator
TIPE DATA
Sebelum kita mendeklarasikan suatu variabel, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih
dahulu tipe-tipe data yang digunakan dalam Visual Basic. Pemilihan tipe data yang tepat akan dapat
menghemat memori, berpengaruh pada kecepatan proses , ketepatan penghitungan, dan lain-lain.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 15 of 63
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan tipe data, adalah
 Penggunaan memori dan rentang data
Terdapat perbedaan dalam pengalokasian memori untuk satu tipe data dengan tipe data
yang lain. Tentu saja yang paling baik adalah penggunaan memorinya paling kecil. Misalnya jika
Kita memproses data nilai yang mempunyai range (rentang) 0 sampai 100 tanpa desimal maka
yang paling tepat adalah menggunakan tipe data Byte (perlu memori 1 byte) bila dibandingkan
menggunakan tipe data Integer (2 byte) atau Long (4 byyte). Tetapi tentu saja, jika bilangan yang
diproses melebihi range tipe data byte atau mempunyai pecahan (desimal) maka gunakan tipe
data selain byte.
 Ketelitian perhitungan
Meskipun ketelitian penghematan memori penting, tetapi kebenaran hasil perhitungan
jauh lebih penting. Oleh karena itu, jika ketelitian perhitungan sangat dibutuhkan maka gunakan
tipe data dengan ketelitian (presisi) paling tinggi.
Supaya lebih paham ada baiknya kita mencoba latihan berikut :
Tuliskan source code sebagai berikut :
Private Sub Form_Activate()
Dim a As Single
Dim b As Double
a = 4 / 3
b = 5 / 9
Form1.Print "Single : ", a * 10000000000#
Form1.Print "Double : ", b * 10000000000#
End Sub
Setelah dijalankan, maka Anda akan mendapatkan hasil seperti diunjukkan oleh Gambar 2.1.
Gambar 2.1
 Penggunaan tipe data variant
Tipe data variant dapat dipakai untuk menampung data Null, Error dan seluruh tipe data
lain misalnya boolean, numerik, string, objek, array . Jika kita ingin langsung memakai variabel
tanpa harus mendeklarasikannya, maka variabel yang kita gunakan itu akan beripe variant.
Variabel variant dapat menyimpan semua tipe data dasar Visual Basic dan berubah format
secara otomatis. Hanya daja tipe data ini selain tidak memberikan kepastian terutama jenis data
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 16 of 63
yang dikandungnya juga memerlukan byte memori yang lebih banyak. Sehingga penggunaannya
haruslah sangat selektif .
 Tipe data buatan sendiri
Sama seperti halnya bahasa pemrograman lainnya, di dalam bahasa Visual Basic, kita
juga dapat membuat tipe data sendirin dengan mengambil satu atau beberapa tipe satandar yang
disediakan. Biasanya pembuatan data sendiri ini digunakan dalam penanganan database yang
sering membutuhkan variabel yang menampung record-record. Record data tersebut terdiri dari
beberapa tipe data yang berbeda. Bentuk umum tipe data buatan sendiri adalah:
Private Type NamaTipeData


End Type
Atau
Private Type NamaTipeData


End Type
Contoh tipe databuatan sendiri adalah:
Public Type DataMahasiswa
NIM As String * 6
Nama As String * 25
Alamat As String * 25
Kota As String * 10
TempatLahir As String * 10
TanggalLahir As Date
MataKuliah As Long
End Type
VARIABEL
Variabel adalah sebuah nama yang diberikan pada sebuah bagian memori, dimana pada
bagian tersebut diletakkan data, baik berupa data numerik maupun data string. Variabel juga sering
diartikan sebagai suatu tempat dalam memori komputer yang diberi nama (sebagai pengenal) dan
dialokasikan untuk menampung data. Penggunaan variabel dimaksudkan untuk menjaga kompabilitas
dengan bahasa Basic.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 17 of 63
Mendeklarasikan Variabel
Untuk menggunakan variabel, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu. Hanya saja,
deklarasi ini sifatnya optional, atau dengan kata lain variabel tersebut tidak menjadi masalah jika tidak
dideklarasikan.
Variabel dideklarasikan dengan menggunakan peryataan Dim, dan menggunakan sintaks berikut :
Dim NamaVariabel [As tipe]
 NamaVariabel : pengenal/nama dari variabel yang digunakan
 As tipe : sifatnya optional, yang bertujuan menentukan tipe dari variabel yang
dideklarasikan tersebut. Jika tipe variabel tidak didefinisikan, maka Visual Basic akan
menganggap tipe variabel tersebut variant.
Contoh 1:
Dim Nama As String
Dim Alamat As String * 30
Dim Gaji As Long
Contoh2:
Nama$=”MOni”
Alamat$=”Jl. C Simanjutak”
Gadji$=200000
Contoh1 adalah cara pendeklarasian variabel yang umum digunakan. Cara ini lebih dianjurkan
untuk dipakai karena lebih terencana dan terkontrol.
Contoh2 adalah cara pendeklarasian eksplisit. Deklarasi eksplisit membuat MS Visual Basic 6.0
mengalokasikan nama variabel beserta tipenya dengan langsung mengisi nilai variabelnya.
Memberikan Nama Variabel
Untuk memberi nama pada variabel, terdapat aturan-aturan tertentu yang diberlakukan. Aturanaturan
yang telah ditetapkan sebagai berikut:
 Harus dimulai dengan karakter alfabet (huruf), tidak diperbolehkan diulai dengan angka
 Huruf-huruf selanjutnya bisa karakter, angka dan karakter garis bawah(underscore)
 Harus unik (tidak boleh ada yang sama) pada ruang lingkup (scope) variabel yang sama. Jadi
tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang dikenal oleh Visual Basic, seperti input, print
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 18 of 63
dan lainnya. Tapi kita bisa menggunakan kata-kata berikut yang diberi imbuhan, seperti
print_angka, dan sebagainya.
 Maksimum 255 karakter, tetapi hanya 40 karakter pertama yang dianggap sebagai nama
variaeblnya (karakter ke-41 dan seterusnya diabaikan)
 Beberapa karakter tidak diperbolehkan dipakai, misalnya karakter yang dipakai untuk operator
(+ , -, *, /, <, > dan lain-lain), titik dua ( : ), koma ( , ) dan lain-lain.
Gambar 2.2 Deskripsi Ruang Lingkup Variabel
Ruang lingkup paling dalam dalam suatu variabel adalah ruang lingkup procedure. Jika kita
mendeklarasikan secara eksplisit suatu variabel di dalam suatu procedure dengan perintah Dim, Private
atau Static, maka variabel yang dideklarasikan mempunyai ruang lingkup procedure artinya variabel
tersebut hanya dikenal dan dapat dipakai pada procedure yang bersangkutan. Jadi bersifat lokal pada
procedure itu. Jika pada procedure lain atau pada level lain atau level di atasnya (form atau modul)
mempunyai variabel dengan nama yang sama, maka tidak akan saling mengganggu. Contoh deklarasi
level procedure:
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 19 of 63
Private Sub Command1_Click()
Dim Nama As String
Dim Alamat As String
Static No As Integer


End Sub
Perbedaan antara Dim dan Static adalah pada waktu berlakunya variabel. Pendeklarasian
variabel level procedure dengan pernyataan Dim maka waktu berlakunya variabel tersebut hanya
selama procedure masih berjalan. Jika procedure telah selesai maka variabel otomatis dihapus dari
memori. Sedangkan jika menggunakan pernyataan Static maka waktu berlakunya adalah selama
program aplikasi masih berjalan. Jadi walaupun procedure telah selesai, nilai terakhir dari variabel
tersebut masih tersimpan dalam memori sehingga jika program masuk lagi ke procedure tersebut, nilai
yang lama tetap dipertahankan, tetapi tentu saja jika program aplikasi selesai maka variabel tersebut
hilang dari memori. Variabel dalam sebuah procedure dapat bersifat static dengan cara memberikan
pernyataan Static di depan nama procedure seperti contoh berikut:
Static Sub Command1_Click()
Dim Nama As String
Dim Alamat As String
Static No As Integer


End Sub
Jika ada pernyataan Static di depan nama procedure, maka seluruh variabel dalam procedure
tersebut bersifat static walaupun dideklarasikan dengan pernyataan Dim.
Ruang lingkup selanjutnya adalah variabel dengan ruang lingkup modul atau form dan ruang
lingkup global (aplikasi), atau sering disebut sebagai Variabel Global. Keduanya dapat diperoleh
dengan mendeklarasikan variabel di luar procedure.
Jika variabel dideklarasikan di luar procedure dengan pernyataan Private atau Dim, maka
variabel tersebut mempunyai level modul atau form akibatnya variabel tersebut hanya dikenali dan
dapat dipakai pada modul atau form yang bersangkutan tetapi tidak dapat dikenali pada modul atau
form lain pada aplikasi yang sama. Sedangkan jika dideklarasikan dengan pernyataan Public maka
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 20 of 63
variabel tersebut akan mempunyai level global (aplikasi) artinya dapat dikenali pada seluruh modul,
form atau procedure yang terdapat pada program aplikasi yang bersangkutan.
Contoh :
Public Judul As String * 80 ‘level global atau ‘public atau aplikasi
Private Bilangan As Integer ‘level modul/form
Dim Harga As Single ‘level modul/form
Private Sub Command1_Click()
Dim Nama As String
Dim Alamat As String
Static No As Integer


End Sub
KONSTANTA
Konstanta adalah nama yang berarti yang menggantikan sebuah bilangan atau rangkaian teks
yang tidak brubah. Dengan adanya konstanta, dapat meningkatkan keterbacaan kode program,
menghemat memori, dan memudahkan perubahan global. Konstanta ini sebenarnya bekerja seperti
variabel, tetapi tidak dapat dimodifikasi nilainya pada saat program berjalan. Sintaks pemakaian
konstanta :
[Global] Const NamaKonst=ekspresi[, NamaKonst=ekspresi]….
 NamaKonst : nama konstanta yang digunakan
 Ekspresi : nilai yang memuat konstanta
Konstanta memiliki daya jangkauan yang sama dengan daya jangkau sebuah variabel. Jika
konstanta dideklarasikan pada bagian form, maka konstanta tersebut hanya dikenal oleh fungsi
tersebut. Untuk konstanta yang sifatnya global, harus di deklarasikan pada bagian deklarasi sebuah
modul dengan tambahan peryataan Global. Jika tidak dideklarasikan Global, maka konstanta tersebut
hanya dikenal oleh modul tersebut.
OPERATOR
Macam-macam operator yang sering dipakai dalam MS Visual Basic 6.0
1. operator penugasan (Assignment)
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 21 of 63
Operator penugasan (Assignment) disimbolkan dengan tanda sama dengan ( = ) dan berfungsi
untuk memsukkan suatu data ke dalam suatu variabel. Syntaxnya adalah:
=
Contoh :
Awal=Now
Bilangan = 0
Harga = 500
2. Operator aritmatika
Operator ini digunakan untuk operasi aritmatika. Operator aritmatika empunyai hierarki paling
tinggi dibanding dengan operator lainnya, yaitu operator pembandingan dan operator logika.Operator
aritmatika dengan hierarki dari paling tinggi ke paling rendah adalah sebagai berikut:
Contoh:
Buat sebuah proyek baru
Klik ganda form sampai kita masuk ke Code Editor
Pilih Form pada Object Selector, sehingga akan muncul code seperti berikut :
Private Sub Form_Load()
End Sub
Klik pada kotak jendela procedure lalu pilih Activate sehingga akan muncul
procedure Private Sub Form_Activate()
end sub
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 22 of 63
Ketikkan isi procedure Private Sub Form_Activate() seperti ditunjukkan oleh gambar 2.3. Jalankan
Program. Hasil Operasi Aritmatika ini juga ditunjukkan dalam gambar 2.3
Gambar 2.3 Code Operasi Aritmatika dan Hasilnya
3. Operator perbandingan
Operator pembandingan digunakan untuk membandingkan suatu data (ekspresi) dengan data
lain dan menghasilkan nilai logika (boolean) benar atau salah.
Tabel operator pembandingan yang disediakan oleh MS Visual Basic 6.0
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 23 of 63
4. Operator logika
Digunakan untuk mengekspresikan satu atau lebih data (ekspresi) logika (boolean)
menghasilkan data logika (boolean). Tabel operator logika dengan hierarki dari atas ke bawah adalah
sebagai berikut :
Operator logika Not menghasilkan nilai kebalikan dari suatu data logika dan mempunyai hierarki
paling tinggi pada operator logika.
Tabel logika Not adalah sebagai berikut :
Tabel logika And adalah sebagai berikut :
Tabel logika Or adalah sebagai berikut :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 24 of 63
Tabel logika Xor adalah sebagai berikut :
Tabel logika Eqv adalah sebagai berikut :
Tabel logika Imp adalah sebagai berikut :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 25 of 63
PENGGUNAAN FUNGSI
Visual Basic menyediakan fungsi-fungsi yang dapat membantu bekerja dalam bilanganbilangan
formula. Seperti fungsi lainnya, fungsi matematik perlu dipakai dalam peryataan program, dan
fungsi ini akan mengembalikan sebuah nilai ke program. Berikut beberapa fungsi yang sering
digunakan dalam bahasa Basic beserta kegunaannya:
Fungsi Kegunaan
Abs(n) Menghasilkan nilai absolut dari n
Atn(n) Menghasilkan arkus tangen, dalam radian, dari n
Cos(n) Menghasilkan kosinus sebuah sudut n. Sudut n dinyatakan dalam radian
Exp(n) Menghasilkan konstanta e pangkat n
Rnd(n) Menghasilkan bilangan acak antara 0 dan 1
Sgn(n) Menghasilkan -1 jika n lebih kecil dari nol, 0 jika n sama dengan nol, dan +1
jika n lebih besar dari nol
Sin(n) Menghasilkan sinus dari sudut n. Sudut n dinyatakan dalam radian
Sqr(n) Menghasilkan akar kuadrat dari n
Str(n) Mengubah nilai numerik menjadi teks
Tan(n) Menghasilkan tangen dari sudut n. Sudut n dinyatakan dalam radian
Val(n) Mengubah nilai teks menjadi bilangan
Contoh Program
Program berikut menunjukkan bagaimana operator melakukan operasi aritmatika.
1. Buatlah Project Baru
2. Buat interface program seperti ditunjukkan oleh gambar 2.4
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 26 of 63
Gambar 2.4 Tampilan Form
Pengaturan properti untuk setiap objeknya adalah sebagai berikut:
Objek Properti Nilai
Form1 Caption Operasi Aritmatika
Label1 Caption INPUT 1
Label2 Caption INPUT 2
Label3 Backcolor Menubar
Button1 Caption REPEAT
Frame1 Caption Operasi Aritmatika
OptionButton1 Caption ^ (Pangkat)
OptionButton2 Caption - (Pengurangan)
OptionButton3 Caption * (Perkalian)
OptionButton4 Caption / (Pembagian)
OptionButton5 Caption \ (Pembagian Integer)
OptionButton6 Caption Mod
OptionButton7 Caption + (Penambahan)
OptionButton8 Caption & (string)
3. Buka jendel a code dan pada bagian Code Editor ketikkan kode program berikut:
Dim a1 As Single, a2 As Single
Dim hasil As Single
Private Sub Command1_Click()
Text1.Text = ""
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 27 of 63
Text2.Text = ""
Label3.Caption = ""
End Sub
Private Sub Option1_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 ^ a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option2_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 - a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option3_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 * a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option4_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 / a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option5_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 \ a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option6_Click()
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 28 of 63
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 Mod a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option7_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 + a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
Private Sub Option8_Click()
a1 = Text1.Text
a2 = Text2.Text
hasil = a1 & a2
Label3.Caption = hasil
End Sub
4. Simpan Project dengan nama aritmatika
5. Jalankan Program
6. Ketikkan pada input 1 sembarang bilangan (misalnya 200), tekan TAB. Kursor akan ke kotak
kedua
7. Ketikkan pada input 2 sembarang bilangan (misalnya 45)
8. Pilih Operator yang akan digunakan (misalnya mod)
9. Maka akan ditampilkan hasilnya seperti ditunjukkan oleh gambar 2.5.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 29 of 63
Gambar 2.5 Hasil Tampilan
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 30 of 63
Latihan
1. Buatlah program untuk Operasi Perbandingan dan Operasi Logika berdasarkan contoh
program
2. Buatlah sebuah program untuk mencari Luas Permukaan dan Volume dari Tabung dan
Kerucut, dimana User dapat memilih bangun ruang yang akan di cari luas permukaann dan
volumenya
3. Buatlah suatu program untuk mencari akar, nilai diskriminan, sumbu simetri, nilai maksimal dan
nilai minimal dari suatu persamaan kuadrat ax^2 + bx + c=0
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 31 of 63
Pertemuan 4
STATEMEN INPUT/OUTPUT
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan fungsi Inputbox dan Message Box
2. Menjelaskan proses penampilan pesan pada MS Visual 6.0
Target Praktikum :
1. Praktikan dapat menggunakan Inputbox dan Message Box
2. praktikan memahami fungsi dari InputBox dan Message Box
Dasar teori
Pada bab ini kita akan belajar mengenai inputbox dan messagebox. Selain itu kita juga akan
dijelaskan mengenai cara pemakaian variabel untuk menyimpan data secara sementara dalam
program.
Salah satu langkah dalam pembuatan program adalah mendapatkan suatu input dari pengguna
program dan kemudian menampilkan hasil dari pengolahan input tadi sehingga menjadi suatu informasi
yang lebih berguna. Ada banyak cara untuk mendapatjan input tadi, baik itu dari keyboard atau dari
piranti lain seperti mouse, tetapi untuk pertemuan kali ini kita hanya akan membahas beberapa hal
saja..
Mendapat masukan dengan InputBox
Kita bisa mendapatkan masukan dari user secara efektif memakai fungsi InputBox dan sebuah
variabel. Sebagai contoh perhatikan prosedur di bawah ini :
Dim Prompt, FullName
Prompt = “Masukkan nama lengkap Anda.”
FullName = InputBoxš(Prompt)
Label1.Caption = FullName
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 32 of 63
Kita telah mendeklarasikan dua variabel dengan pernyataan Dim : Prompt dan FullName. Baris kedua
dalam prosedur di atas memasukkan sekelompok karakter atau rangkaian teks, ke variabel Prompt.
Pesan ini akan digunakan sebagai argumen teks untuk fungsi InputBox (argumen adalah nilai atau
ekspresi yang dilewatkan ke sebuah prosedur atau fungsi). Baris berikutnya memanggil fungsi InputBox
dan menunjukkan hasilnya ke variabel FullName.
InputBox adalah fungsi khusus Visual Basic yang menampilkan sebuah kotak dialog di layar
dan meminta pemakai untuk memberi masukan, seperti ditunjukkan gambar 3.1.
Gambar 3.1 Kotak dialog InputBox
Menampilkan pesan dengan MsgBox
Fungsi MsgBox memakai rangkaian teks untuk menampilkan keluaran dalam sebuah kotak
dialog. Fungsi ini juga mendukung sejumlah argumen tambahan. Sebagai contoh :
ButtonClicked= MsgBox(Message,NumberOfButtons, Title)
Message adalah teks yang akan ditampilkan di layar, NumberOfButtons adalah jumlah tombol
(1 sampai 5), dan Title adalah judul kotak pesan. Contoh hasil dari MsgBox ditunjukkan oleh Gambar
3.2 :
Gambar 3.2 Message Box
Untuk lebih jelasnya kerjakanlah contoh program berikut ini.
Contoh Program :
1. Jalankan Visual Basic, pada menu file pilih New Project.
2. Buatlah interface seperti ditunjukkan Gambar 3.3 :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 33 of 63
Gambar 3.3 Tampilan form
3. Klik dua kali tombol perintah Kotak Masukan.
Prosedur Command1_Click muncul dalam jendela Code.
4. Ketikkan pernyataan program berikut untuk mendeklarasikan variabel dan memanggil fungsi
InputBox serta MsgBox :
5. Simpan dengan nama Input_Output_Project.
6. Untuk melihat hasilnya, jalankan program yang telah Anda buat tersebut.
Sebagai perbandingan hasil program ditunjukkan oleh gambar 3.4:
Gambar 3.4 Output Program
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 34 of 63
Klik tombol Kotak Masukan , lalu akan muncul InputBox seperti ditunjukkan gambar 3.5:
Gambar 3.5 Kotak Input Box
Isikan nama Anda kemudian klik tombol OK, sehingga muncul MsgBox seperti ditunjukkan gambar 3.6:
Gambar 3.6 Message Box
Klik tombol OK, kemudian klik tombol Keluar.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 35 of 63
Latihan
1. Buatlah program reminder yang dapat mengingatkan kita jadwal kegiatan kita dalam 1 hari,
yang muncul setiap 30 menit.
Dengan ketentuan sebagai berikut :
 User memasukkan beberapa jadwal ke dalam program
 Program menampilkan reminder setiap 30 menit dan 5 menit sebelum kegiatan dimulai.
 User dapat mengubah settingan waktunya
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 36 of 63
Pertemuan 5
STRUKTUR KONTROL KEPUTUSAN
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan Struktur Kontrol Keputusan
2. Menjelaskan penulisan ekspresi bersyarat
3. Menjelaskan perbedaan dari setiap bentuk struktur kontrol keputusan
Target Praktikum :
1. Praktikan dapat menulis eksprsi bersyarat
2. Praktikan dapat menggunakan struktur kontrol keputusan untuk membuat program
3. Praktikan dapat membedakan pemakaian dari setiap bentuk struktur kontrol keputusan
Struktur Kontrol Keputusan
Struktur Kontrol Keputusan adalah salah satu dari Struktur kontrol yang digunakan dalam
bahasa pemrograman. Struktur kontrol adalah instruksi (perintah) dengan bentuk dan ciri khas tertentu
yang digunakan untuk mengatur jalannya program. Selain struktur kontrol keputusan, Visual Basic 6
juga mengenal Struktur kontrol Pengulangan yang akan kita bahas pada bab selanjutnya.
Struktur kontrol keputusan digunakan untuk memutuskan peryataan mana dari suatu program
yang akan dikerjakan berdasarkan suatu kondisi tertentu.
Hal yang paling dominan dalam struktur kontrol keputusan ini adalah bahwa sebagai alat bantu
pengolahan informasi dalam sebuah prosedur, peryataan bersyarat dalam struktur ini memberikan
peryataan benar atau salah tentang sebuah properti. Sehingga seringkali kita akan menggunakan
Operator perbandingan. Berikut beberapa operator perbandingan yang sering digunakan :
Operator Arti
Perbandingan
= Sama dengan
<> Tidak sama dengan
> Lebih besar dari
< Lebih kecil dari
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 37 of 63
>= Lebih besar atau sama dengan
<= Lebih kecil atau sama dengan
Selain Operator Perbandingan, dalam menguji suatu peryataan bersyarat, kita seringkali
membutuhkan operator logika dengan penjelasan sebagai berikut :
Operator logika Arti
And Jika kedua pernyataan bersyarat True, hasilnya True
Or Jika salah satu pernyataan bersyarat True, hasilnya True
Not Hasilnya merupakan kebalikan dari pernyataan bersyarat
Xor Hasilnya True jika hanya satu pernyataan bersyarat bernilai True
Struktur kontrol keputusan yang sering digunakan dalam pemrograman Visual Basic ada 2
macam, yaitu :
1. Struktur Keputusan If…Then
2. Struktur Keputusan Select…Case
Struktur Keputusan if…Then
Struktur Keputusan merupakan suatu blok peryataan khusus yang urutan pelaksanaan
peryataanya dikendalikan oleh suatu peryataan bersyarat.
Struktur keputusan If..Then dapat ditulis dalam 2 bentuk penulisan , yaitu :
1. IF THEN
dimana kondisi adalah pernyataan bersyarat, dan pernyataan adalah pernyataan program Visual Basic
yang sah. Bila bernilai True maka akan dikerjakan.
Sebagai contoh,
If nilai >= 80 Then Textbox1.Text=A
2. IF THEN

ELSE

END IF
Dimana Bila bernilai True maka akan dikerjakan, tetapi bila
bernilai False maka yang akan dikerjakan.
Contoh :
If nilai >=60 then
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 38 of 63
Label1.caption=”Anda LULUS”
Else
Label1.caption=”Maaf Anda Belum Lulus”
endif
Atau
IF THEN

ELSEIF

ELSEIF

ELSE

END IF
Dimana yang merupakan suatu ekspresi logika akan diuji perintah if yang
pertama yang ada disebelah kirinya. Jika benar maka blok perintah yang terletak di
bawahnya akan dikerjakan sampai menemi perintah ElseIf atau Else lalu langsung melompat
ke pernyataan End If.
Sebagai contoh,
If nilai>=85
Then Label1.Caption=”Anda mendapatkan nilai A”
Elseif nilai>=70
Then Label1.Caption=”anda mendapatkan nilai B”
Elseif nilai>=50
Then Label1.Caption=”Anda mendapatkan nilai C”
Else
Label1.Caption=”Anda mendapatkan nilai D”
endif
Struktur Keputusan Select Case
Select Case sebenarnya serupa dengan struktur If…Then…Elself, hanya saja struktur ini lebih
efisien , mudah dibaca dan mudah digunakan terutama jika percabangan dibuat berdasarkan satu
variabel kunci, atau uji kasus (test case). Struktur ini biasanya digunakan untuk percabangan dengan
pilihan lebih dari 2 (percabangan dengan banyak pilihan).
Tata penulisan untuk struktur Select Case adalah sebagai berikut:
SELECT CASE
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 39 of 63
CASE

CASE

CASE

[CASE ELSE

maka peryataan ini akan dikerjakan>
END SELECT
Sebagai contoh :
Select Case Nilai
Case >=85
Label1.Caption=” Anda mendapatkan nilai A”
Case >=70
Label1.Caption=”anda mendapatkan nilai B”
Case >=50
Label1.Caption=”anda mendapatkan nilai C”
Else
Label1.Caption=”Anda mendapatkan nilai D”
End Select
Contoh program :
1. Jalankan Visual Basic, pada menu file pilih New Project.
2. Buatlah interface seperti ditunjukkan Gambar 4.1
Gambar 4.1 Interface Contoh program Struktur Keputusan
Pengaturan properti untuk setiap objeknya adalah sebagai berikut:
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 40 of 63
Objek Properti Nilai
Form1 Caption Struktur Keputusan
Label1 Caption Masukkan Angka
Font Arial Black : Size :14
Label2 Caption OUTPUT
Label3 Caption dikosongkan
Backcolor menubar
Text1 Text dikosongkan
Command1 Caption IF..THEN
Command2 Caption SELECT..CASE
3. Masukkan kode program berikut ini :
4. Simpan dengan nama Strukturkeputusan
5. Jalankan program tersebut untuk melihat bagaimana hasilnya.
6. Berikut ini adalah hasil program di atas :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 41 of 63
Gambar 4.2 Output program
Isikan nilai angka kemudian kilik Tombol IF..THEN atau SELECT CASE
Misalkan kita masukkan Angka 15, maka pada bagian Output akan mucul tulisan “Bilangan asli kurang
dari 50”, seperti ditunjukkan Gambar 4.3.
Gambar 4.3 Output Program setelah diinputkan nilai
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 42 of 63
Latihan
1. Buatlah sebuah program untuk menentukan harga barang : Buku (2500) ; pensil (12000);
Penggaris (5000) ; pensil case (8500) dan bolpoint (9000). User kemudian menginputkan
jumlah barang yang dibeli, dan program tersebut akan menghitung jumlah harga dari barang
tersebut. Jika jumlah harga > 40.000 ; pembeli mendapatkan diskon 5 %, jika jumlah harga
>100.000; pembeli akan mendapatkan diskon 10 %.
2. Buatlah sebiah program untuk menentukan nilai dan kelulusan mahasiswa dengan 2
persyaratan sebagai berikut :
 Jika Mahasiswa Mendapatkan Nilai 80-100 : “A”
Jika Mahasiswa Mendapatkan Nilai 60-79 : “B”
Jika Mahasiswa Mendapatkan Nilai 50-59 : “C”
Jika Mahasiswa Mendapatkan Nilai 35-49 : “D”
Jika Mahasiswa Mendapatkan Nilai di bawah 35 : “E”
 Jika Mahasiswa mendapatkan nilai A, B dan C akan muncul pesan “Anda Lulus”
JikaMahasiswa mendapatkan nilai D dan E akan muncul pesan “Anda tidak Lulus”
User Hanya memasukkan nilai, dan program akan menampilkan pesan apakah mahasiswa
tersebut lulus atau tidak.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 43 of 63
Pertemuan 6 dan 7
STRUKTUR PENGULANGAN (Looping)
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan struktur-struktur pengulangan dalam visual Basic
2. Menjelaskan perbedaan penggunaan dari setiap bentuk struktur pengulangan
Target Praktikum :
1. Praktikan dapat menggunakan struktur pengulangan untuk meningkatkan efisiensi program
2. Praktikan dapat membedakan fungsi dari setiap bentuk struktur pengulangan
Struktur Kontrol Pengulangan
Struktur pengulangan digunakan untuk mengulang perintah, sehingga kita tidak perlu menulis
ulang perintah sebanyak pengulangan yang diinginkan. Beberapa jenis struktur kontrol pengulangan
adalah sebagai berikut :
1. Do…Loop
Struktur ini digunakan untuk mengulang sebuah blok perintah sampai jumlah tertentu.Pada
struktur bentuk ini kita akan mengulang suatu blok pernyataan/perintah selama (while) suatu kondisi
(syarat) bernilai True atau sampai (until) suatu kondisi menjadi True.
Bentuk penulisan (syntax) struktur Do…Loop memiliki bentuk penulisan (syntax) sebagai berikut :
 DO WHILE

LOOP
Dimana perintah akan diulang selama bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila sudah
bernilai FALSE.
Bentuk lain dari struktur ini adalah
DO
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 44 of 63

LOOP WHILE
Dalam bentuk ini perintah akan dieksekusi terlebih dahulu, baru kemudian menjalankan
pengujian kondisi di akhir eksekusi. Sehingga paling tidak blok perintah sudah pernah dieksekusi
minimal satu kali. Hal ini tentu saja bnerbeda dengan bentuk Do While..Loop yang bisa saja bentuk
ini tidak mengeksekusi blok perintah sama sekali.
 DO UNTIL

LOOP
Dimana perintah akan diulang sampai bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila sudah
bernilai TRUE.
Pada bentuk struktur kontrol di atas pengulangan yang dilakukan minimal adalah nol
kali. Sedangkan pada struktur kontrol di bawah ini blok perintah minimal dieksekusi satu kali.
DO

LOOP UNTIL
Contoh Program 1
Program ini merupakan contoh pemrograman pengulangan dengan struktur kontrol Do…Loop. Struktur
pengulangan ini dimanfaatkan untuk mencari barisan bilangan Fibbonaci. Bilangan Fibbonaci adalah
barisan yang anggota pertamanya adalah bilangan 1. Contoh barisan bilangan Fibbonaci adalah :1, 1,
3, 5, 7, 9, 11…dan seterusnya. Desain form bagi program ini tampak seperti gambar 5.1.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 45 of 63
Gambar 5.1 Tampilan Form
Pengaturan properti setiap objeknya adalah sebagai berikut :
Objek Properti Setting
Form 1 Caption Bilangan Fibonaci
CommanButton1 Name
Caption
CmdHitung
Hitung
CommanButton2 Name
Caption
Command2
CLEAR
CommandButton3 Name
Caption
Command3
END
Label1 Caption Masukkan Nilai Batas
Label2 Caption Bilangan Fibonaci nya:
TextBox1 Text Kosongkan
ListBox1
Masukkan kode programnya sebagai berikut :
Dim batas As String
Dim x, y, z As Integer
Sub inputbatas()
batas = Val(Text1.Text)
If batas = "" Then
MsgBox "Anda belum memasukkan batas", , "Pesan"
inputbatas
End If
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 46 of 63
End Sub
Private Sub CmdHitung_Click()
List1.Clear
inputbatas
If CInt(batas) < 1 Then
List1.AddItem "Tidak ada bilangan Fibonaci kurang dari 1"
Else
x = 1
y = 0
z = 1
Do Until x >= CInt(batas)
List1.AddItem x
x = y + z
y = z
z = x
Loop
End If
End Sub
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
List1.Clear
End Sub
Saat program dijalankan, ketika tombol Hitung ditekan akan ditampilkan bilangan-bilangan
fibonaci dari dengan batas yang diinputkan, seperti ditunjukkan gambar 5.2.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 47 of 63
Gambar 5.2 Output program Fibonaci
2. For…Next
Bentuk ini digunakan untuk melakukan pengulangan (iterasi) suatu blok program beberapa kali
yang ditentukan nilai awal dan nilai akhir (banyak pengulangannya sudah pasti).
Pada struktur kontrol For…Next, kita tidak perlu menuliskan sebuah kondisi untuk diuji oleh Visual
Basic. Kita hanya perlu menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung
ini akan secara otomatis bertambah atau berkurang setiap kali sebuah pengulangan (loop)
dilaksanakan.
Standar penulisan struktur ini adalah :
FOR = TO [STEP pertambahan]

NEXT
Dimana ,
 adalah variabel (tipe: integer) yang digunakan untuk menyimpan angka pengulangan.
 adalah nilai awal dari .
 adalah nilai akhir dari .
 STEP pertambahan adalah perubahan nilai setiap pengulangan. Sifatnya optional (boleh ditulis
ataupun tidak). Bila tidak ditulis maka nilai adalah 1.
Pada pertambahan Kita dapat menggunakan bilangan negatif atau positif. Jika digunakan
bilangan positif, maka nilai akhir harus lebih besar dari nilai awal, demikian sebaliknya jika digunakan
bilangan negatif. Sebagai standar Visual Basic selalu menganggap Step pertambahan bernilai 1 kecuali
jika Kita definisikan sendiri.
Saat bertemu dengan struktur For…Next Visual Basic akan melakukan langkah-langkah berikut ini :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 48 of 63
 Memasukkan nilai variabel penghitung sama dengan nilai awal.
 Menguji apakah nilai variabel penghitung lebih dari nilai akhir (pertambahan bernilai positif). Jika
benar maka pengulangan akan berhenti dan jika salah Visual Basic akan mengeksekusi perintah
di bawah For.
 Menambah variabel penghitung sebanyak nilai pertambahan.
 Mengulangi langkah 2 dan 3 di atas.
Contoh Program 2
Program ini merupakan contoh penggunaan struktur kontrolpengulangan For…Next. Struktur kontrol
tersebut dimanfaatkan untuk menghitung nilai rata-rata dari sederet bilangan yang Anda masukkan.
Tampilan desain formnya tampak seperti gambar 5.3 :
Gambar 5.3 Tampilan Form
Setting masing-masing objek adalah :
Objek Properti Setting
Form 1 Name
Caption
Form1
Pangkat
Label1 Name
Text
LblBanyakBil
Banyak Bilangan
Label2 Name
Caption
LblRata
Rata-rata
TextBox1 Name
Text
TxtBanyakBil
(kosongkan)
TextBox2 Name
Text
TxtRata
(kosongkan)
CommandButton1 Name
Caption
CmdHitung
&Hitung
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 49 of 63
CommandButton2 Name
Caption
CmdLagi
&Lagi
Code programnya adalah sebagai berikut :
Dim Bilangan
Dim Jumlah As Currency
Dim BanyakBilangan, Indeks As Integer
Sub InputBilangan ( )
Bilangan = InputBox (“Bilangan ke-“ & Indeks, “Data”)
If Bilangan = “ “ Then
MsgBox “Anda belum memasukkan bilangan ke-“ & Indeks,
“Pesan”
InputBilangan
End If
End Sub
Private Sub CmdHitung Click ( )
BanyakBilangan = TxtBanyakBil.Text
Jumlah = 0
For Indeks = 1 To BanyakBilangan
InputBilangan
Jumlah = Jumlah + Bilangan
Next
TxtRata.Text = Jumlah / BanyakBilangan
CmdLagi.SetFokus
End Sub
Private Sub CmdLagi _Click ( )
TxtBanyakBil.Text = “ “
TxtRata.Txt = “ “
TxtBanyakBil.SetFocus
End Sub
Saat program dijalankan dan tombol Hitung ditekan, maka akan muncul kotak input tempat Kita
memasukkan data pertama. Setelah Kita mengklik OK maka akan ditampilkan kotak input yang kedua,
dan demikian seterusnya sebanyak nilai yang telah Kita masukkan pada kotak Banyak bilangan.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 50 of 63
Contoh Program 3
Masukkan Source Code sebagai berikut:
Jalankan program tersebut. Bagaimana hasilnya?
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 51 of 63
Latihan
1. Buatlah sebuah program untuk mencari FPB dan KPK dari dua bilangan yang diinputkan
2. Buatlah program untuk menentukan apakah suatu bilangan yang diinputkan termasuk bilangan
prima atau tidak
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 52 of 63
Pertemuan 8 dan 9
SUBROUTINE
Tujuan Praktikum :
1. Menjelaskan konsep subroutine
2. Menjelaskan perbedaan prosedur dan fungsi
Target Praktikum :
1. Praktikan dapat membuat prosedur dan fungsi dalam suatu program
2. Praktikan dapat membedakan penggunaan prosedur dan fungsi
SUBROUTINE
Dalam konsep pemrograman, terutama pemrograman terstruktur, dikenal adanya konsep
subroutine. Semula subroutine dikembangkan untuk menyingkat penulisan kode program jika beberapa
langkah rumit harus dilakukan beberapa kali di tempat yang berlainan. Selain itu, adanya fasilitas
subroutine, program menjadi lebih efisien, jelas, dan waktu penilisan juga menjadi lebih singkat. Istilah
“subroutine” sendiri menunjukkan adanya sekelompok statemen bebas yang merupakan bagian dari
suatu program atau subroutine lain. Dalam Visual Basic dikenal dua jenis subroutine, yaitu prosedur
dan fungsi.
Pada dasarnya prosedur dan fungsi mempunyai tujuan yang sama, hanya perbedaannya
terdapat pada apakah prosedur tersebut mengembalikan sebuah nilai atau tidak. Jika mengembalikan
sebuah nilai, maka disebut dengan fungsi, sedangkan jika tidak disebut dengan prosedur.
Setelah sebuah prosedur atau fungsi dibuat, maka prosedur atau fungsi tersebut dapat
dipanggil sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan pada prosedur atau fungsi tersebut. Prosedur atau
fungsi ini dapat ditulis pada form atau pada modul khusus untuk meletakkan subroutine. Perbedaan
peletakan subroutine pada form atau modul adalah jangkauan pemakaian subroutine tersebut.
Subroutine yang terdapat pada form hanya dapat digunakan pada form dimana subroutine tersebut
dibuat, sedangkan subroutine yang terdapat pada modul dapat digunakan pada seluruh bagian
program. Jelas terlihat adanya manajemen pembuatan program dalam Visual Basic.
Tugas untuk menentukan apakah sebuah subroutine terletak pada suatu form atau modul
merupakan tugas pemrogram. Pemrogram dituntut untuk membuat suatu program mudah dikelola.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 53 of 63
Yang pasti adalah jika subroutine tersebut digunakan oleh seluruh bagian program, maka buatlah
subroutine tersebut pada modul. Tetapi jika subroutine tersebut hanya digunakan oleh sebuah form,
maka buatlah subroutine tersebut pada form walaupun sebenarnya dapat diletakkan pada sebuah
modul.
Membuat subroutine pada form
Untuk membuat subroutine pada form, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan
form tempat subroutine diletakkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah-langkah berikut :
1. Setelah form aktif, pilih menu View > Code, maka jendela kode akan muncul.
2. Pilih menu Tools > Add Prosedure…Muncul kotak dialog Add Prosedure seperti ditunjukkan
gambar 6.1
Gambar 6.1 Kotak Dialog Add Procedure
3. Property dan Event. Jika yang akan Anda buat adalah prosedur, pilih tipe Sub,sedangkan jika
yang Anda buat adalah fungsi, pilih tipe Function.
4. Kotak grup Scope, menentukan jangkauan subroutine yang kita buat, Jika yang dipilih Public,
maka dapat diakses dari mana saja, sedangkan jika yang dipilih Private, maka hanya dapat
diakses oleh objek (form atau modul)itu sendiri.
5. Tekan OK jika telah selesai. Secara otomatis Visual Basic akan membuat template subroutine,
yaitu judul dan akhir dari sebuah subroutine. Jadi Anda tinggal mengisikan parameter (jika
diperlukan) dan kodenya.
Public Sub IniProsedur ( )
End Sub
Membuat subroutine pada modul
Langkah-langkah untuk membuat subroutine pada sebuah modul adalh sebagai berikut :
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 54 of 63
1. Jika belum mempunyai modul, tambahkan modul pada program (aplikasi) yang sedang Anda
buat dengan memilih menu Project > Add Module. Jika akan menambah subroutine pada modul yang
sudah ada, aktifkan modul tersebut.
2. Lakukan langkah-langkah seperti pada pembuatan subroutine pada form.
Lebih jauh dengan prosedur (Sub)
Secara umum, aturan penulisan prosedur adalah sebagai berikut :
[Public | Private] [Static] Sub NamaProsedur [( [Optimal] [ByVal | ByRef]
[ParamArray] Param1[( )] [As Tipe] [=NilaiAwal] [, [Optional] [ByVal | ByRef]
[ParamArray] Param2 [( )] [As Tipe] [=NilaiAwal],…])]
[Pernyataan]
[Exit Sub]
[Pernyataan]
End Sub
 NamaProsedur menyatakan nama prosedur yang akan digunakan sebagai pengenal untuk
memanggil prosedur tersebut.
 As Tipe menyatakan tipe data parameter.
 = NilaiAwal menyatakan nilai awal (default) parameter. Jadi, jika parameter tersebut tidak
disertakan dalam pemanggilan prosedur, maka nilai yang digunakan adalah nilai awal tersebut.
 [Optional] [ByVal | ByRef] [ParamArray] Param1[( )] [As Tipe] [=NilaiAwal] [,
[Optional] [ByVal | ByRef] [ParamArray] Param2[( )] (As Tipe] [=NilaiAwal],
…] menyatakan parameter yang akan digunakan oleh prosedur.
 Optional menyatakan bahwa parameter tersebut dapat disertakan atau tidak pada saat
pemanggilan prosedur.
 ByVal menyatakan parameter dilewatkan berdasarkan nilai (passed by value)
 ByRef menyatakan parameter dilewatkan berdasarkan referensi (passed by reference)
 ParamArray digunakan sebagai parameter terakhir yang menyatakan bahwa parameter terakhir
adalah Optional dan merupakan array dengan elemen-elemennya bertipe Variant. ParamArray
memungkinkan prosedur dengan parameter yang jumlahnya tidak menentu. Keyword ini tidak dapat
digabungkan penggunaannya dengan keyword Optional, ByVal, dan byRef.
 () menyatakan bahwa suatu parameter adalah array.
 [Pernyataan] adalah kumpulan pernyataan yang harus dikerjakan oleh prosedur.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 55 of 63
 Pernyataan Exit Sub digunakan untuk keluar dari prosedur ecara paksa (dapat digunakan untuk
kondisi tertentu).
 Static menyatakan bahwa semua variabel dalam prosedur adalah statis (tidak akan dihapus dari
memori walaupun sudah keluar dari prosedur).
 Kata di dalam kurung ([…]) adalah optional, boleh ditulis atau tidak.
Memanggil prosedur
Ada dua cara untuk memanggil prosedur, yaitu dengan menuliskan nama prosedur atau dengan
pernyataan Call diikuti dengan nama prosedur tersebut. Berikut adalah aturan pemanggilan tersebut :
Call NamaProsedur (Param1, Param2,…)
atau
NamaProsedur Param1, Param2,…
Yang perlu diingat adalah jika menggunakan pernyataan Call untuk memanggil prosedur maka
parameter yang diperlukan harus ditulis dalam tanda kurung “( )”, sedangkan jika tidak memakai
pernyataan Call maka tidak perlu ditulis dalam tanda kurung.
Sebagai contoh :
Call IniProsedur (“Saya”, 56, 6.78)
atau
IniProsedur “Saya”, 56, 6.78
Walaupun tidak memberikan perbedaan, pemanggilan prosedur menggunakan Call lebih dianjurkan,
karena memberikan kejelasan pemanggilan prosedur yang didefinisikan sendiri, berbeda dengan
prosedur yang telah didefinisikan oleh Visual Basic.
Lebih jauh dengan fungsi
Fungsi mempunyai aturan penulisan yang mirip dengan prosedur, yaitu :
[Public | Private] [Static] Function NamaFungsi [([Optional] [ByVal | ByRef]
[ParamArray] Param1[( )] [As Tipe] [=NilaiAwal] [, [Optional] [ByVal | ByRef]
[ParamArray]Param2[( )] [As Tipe] [=NilaiAwal],…])] [As Tipe]
[Pernyataan]
[Exit Function]
[Pernyataan]
NamaFungsi = Pernyataan
End Function
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 56 of 63
 NamaFungsi menetapkan nama fungsi yang akan digunakan sebagai pengenal untuk
memanggil fungsi tersebut.
 Pernyataan Exit Function digunakan untuk keluar dari fungsi secara paksa (dapat digunakan
untuk kondisi tertentu).
 NamaFungsi = Pernyataan menetapkan nilai yang akan dikembalikan oleh fungsi.
Setiap fungsi harus mempunyai pernyataan ini.
 As Tipe pada akhir deklarasi fungsi menetapkan tipe data yang dikembalikan oleh fungsi.
 Untuk keterangan lain lihat aturan prosedur.
Memanggil fungsi
Karena sebuah fungsi selalu mengembalikan suatu nilai, maka nilai yang dikembalikan dapat diletakkan
pada sebuah variabel, atau ditampilkan langsung, atau dijadikan bagian dari suatu ekspresi.
Contoh :
X = Akar (100) ‘ditampung dalam sebuah variabel
atau
Print Akar (100) ‘ditampilkan langsung
atau
X = 23 * Akar (100) ‘menjadi bagian dari suatu ekspresi
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 57 of 63
Pertemuan 10
PEMROGRAMAN GRAFIS
Tujuan Praktikum :
1. Mengenalkan jenis-jenis kontrol grafis dalam Visual Basic
2. Menjelaskan metode-metode yang digunakan dalam pemrograman grafis.
Target Praktikum :
1. Praktikan mampu menggunakan kontrol grafis
2. Praktikan memahami konsep pemrograman grafis
Pemrograman Grafis
Gambar dan pemrograman grafis merupakan hal yang penting untuk dipelajari dalam Visual
Basic, karena bisa menambah kemampuan Anda dalam mendesain visual effect bagi program-program
yang Anda buat.
 Line, digunakan untuk membuat garis lurus diatas form.
 Shape, digunakan untuk membuat lingkaran, persegi empat, elips, atau persegi empat bersiku
bulat.
 Image, untuk menampilkan gambar pada form
 Picture Box, digunakan untuk menampilkan gambar di form. Namun kontrol ini paling baik jika
digunakan untuk dipindahkan atau dibuat animasi.
Konsep Pemrograman Grafis
1. Sistem Koordinat
Hampir semua operasi pemrograman grafis bekerja dengan sistem koordinat, seperti berpindah,
mengubah ukuran, dan lain-lain. Pada Visual Basic hanya dikenal sistem koordinat dua dimensi,
walaupun nantinya bisa saja dibuat sistem koordinat tiga dimensi dengan tambahan rutin yang Anda
buat.
Untuk mendefinisikan koordinat pada form atau objek yang lain digunakan penulisan (x,y).
Standar awal dari koordinat adalah (0,0) pada titik paling kiri atas dari objek yang akan Anda definisikan
koordinatnya.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 58 of 63
2. Warna
Untuk mendefinisikan warna pada Visual Basic bisa digunakan :
 Fungsi RGB
 Fungsi QBColor untuk memilih satu dari 16 warna pada Microsoft Quick Basic.
 Salah satu konstanta intrinsic yang bisa dilihat pada Object Browser.
 Langsung mengisikan nilai warna, misalnya YH00FFFFFFY untuk warna putih.
Untuk menggunakan fungsi RGB digunakan standar penulisan rutin RGB (merah, hijau, biru).
Fungsi ini akan menghasilkan warna sebagai kombinasi dari nilai-nilai yang Anda isikan pada merah,
hijau, dan biru. Nilai yang bisa diisikan adalah dari 0 hingga maksimum 255. Sebagai contoh :
Text1.BackColor = RGB (0,0,0)
Text1.BackColor = RGB (255,255,255)
Pset (100,100), RGB (255,255,0)
Untuk menggunakan fungsi QBColor digunakan standar penulisan QBColor (warna). Fungsi ini akan
mengembalikan warna yang berasosiasi dengan nilai yang dimasukkan pada parameter warna, yang
antara 0 sampai 15. Sebagai contoh :
Text1.BackColor = QBColor (2)
Kotrol untuk Pemrograman Grafis
1. Kontrol Line
Kontrol ini digunakan untuk menggambar garis lurus yang menghubungkan antara dua titik
pada form, saat berada dalam metode desain. Anda bisa mengatur posisi, warna, dan gaya dari garis
yang akan Anda perlihatkan di atas form.
Untuk mengubah tebal garis digunakan properti BorderWidth dari 1 hingga 20, dan untuk
mengubah warna garis digunakan properti BorderColor.
2. Kotrol Shape
Kontrol ini menyediakan beberapa bentuk geometri yang bisa Anda buat. Visual Basic juga
memberikan berbagai cara pengisian bentuk-bentuk geometri tersebut.
3. Kontrol Image
Fungsi utama dari kontrol ini adalah menampilkan gambar. Namun demikian kontrol ini memiliki
sebuah properti unik bernama Stretch. Jika properti ini bernilai True maka fungsinya adalah menarik
gambar bitmap (.BMP), metafile (.WMF), dan icon (.ICO) menjadi sebesar kontrol Image. Hal ini
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 59 of 63
berbeda dengan picture box atau gambar latar belakang form, yang mempunyai fungsi “Stretch” hanya
untuk jenis gambar metafile.
4. Kontrol Picture Box
Kontrol picture box fungsinya mirip dengan kontrol Image. Kelebihannya adalah kemampuan
untuk menerima objek lain di atasnya, bahkan Anda bisa menggambar atau menulis di atas kontrol
picture box tersebut. Jika kemudian Anda memindahkan posisi kontrol picture box terhadap form, posisi
objek yang berada di dalam picture box tetap tak akan berubah. Prinsip ini mirip dengan penggunaan
kontrol Frame.
Metoda-Metoda Pemrograman Grafis
Visual Basic menyediakan beberapa metoda yang bisa digunakan dalam pemrograman grafis
yang meliputi :
 Cls, pemanggilan metoda ini membuat semua grafis akan dihapus.
 Pset, digunakan untuk mengatur warna pada sebuah titik terpilih. Standar bagi penulisan rutinnya
adalah : (Objek.) Pset (x,y) [,warna]
 Point, digunakan untuk mengembalikan nilai warna pada suatu titik.
 Line, digunakan untuk membuat garis, persegi, atau mengisi kotak.
(Objek, ) Line [ (x1,y1) –(x2,y2) [, warna]
 Circle, digunakan untuk menggambar lingkaran, elips.
 PaintPicture, mengecat grafis pada suatu lokasi terpilih.
Contoh Program 1
Berikut ini merupakan contoh program menggunakan Pset. Tampilan formnya tampak seperti
gambar 8.1 :
Gambar 8.1 Tampilan Form
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 60 of 63
Settingan masing-masing objek :
Objek Properti Setting
Form1 Name
Caption
DrawWidth
FrmContoh1
Contoh Pset
5
CommandButton1 Name
Caption
CmdBerhenti
&Mulai
Timer1 Name
Interval
Enabled
TmrPset
10
False
Rutin programnya :
Private Sub CmdBerhenti_Click ( )
If CmdBerhenti.Caption = “&Mulai” Then
TmrPset, Enabled = True
CmdBerhenti.Caption = “&Berhenti”
Else
Cls
TmrPset.Enabled = Falsa
CmdBerhenti.Caption = “&Mulai”
End If
End Sub
Private Sub TmrPset _ Timer ( )
Merah = Rnd * 255
hijau = Rnd * 255
biru = Rnd * 255
x = Rnd * FrmContoh1.Width
y = Rnd * FrmContoh1.Height
Pset (x,y, RGB (merah, hijau, biru)
End Sub
Catatan :
Rnd adalah salah satu fungsi dalam Visual Basic yang akan mengembalikan nilai secara acak (random)
mulai dari 0 hingga 1.
Jika program Contoh 1 dijalankan maka form akan berisikan titik yang diberi warna secara acak.
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 61 of 63
Contoh Program 2
Berikut ini merupakan contoh program menggunakan Line. Tampilan formnya tampak seperti gambar
8.2 :
Gambar 8.2 Tampilan Form
Settingan masing-masing objek adalah :
Objek Properti Setting
Form1 Name
Caption
DrawWidth
FrmContoh2
Contoh Line
2
CommandButton1 Name
Caption
CmdBerhenti
&Mulai
Timer1 Name
Interval
Enabled
TmrLine
10
False
Source Code nya :
Private Syb CmdBerhenti _ Click ( )
If CmdBerhenti.Enabled = “&Mulai” Then
TmrLine.Enabled = True
CmdBerhenti.Caption = “&Berhenti”
Else
Cls
TmrLine.Enabled = False
CmdBerhenti.Caption = “&Mulai”
End If
End Sub
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 62 of 63
Private Sub TmrLine_Timer ( )
Static X1, Y1, X2, Y2 As Currency
merah = Rnd * 255
hijau = Rnd * 255
biru = Rnd * 255
X2 = Rnd * FrmContoh1.ScaleWidth
Y2 = Rnd * FrmContoh1.ScaleHeight
Line (X1, Y1) – (X2, Y2, RGB (merah, hijau, biru)
X1 = X2
Y1 = Y2
End Sub
Jika program Contoh2 dijalankan,form akan berisikan garis-garis yang selalu menyambung dan diberi
warna secara acak.
Contoh Program 3
Berikut ini merupakan contoh program menggunakan Circle. Tampilan formnya tampak seperti gambar
8.3 :
Gambar 8.3 Tampilan Form
Settingan masing-masing objek adalah :
Objek Properti Setting
Form1 Name
Caption
FrmContoh3
Contoh Circle
Modul Pemrograman Visual
Created by Faizah, S.Kom Page 63 of 63

Tidak ada komentar:

Posting Komentar